Rabu, 30 November 2011

Dampak dari New Media

New media atau media baru adalah media yang baru timbul abad 20an, dibalik kemunculannya dipastikan ada dampak-dampak, ada dampak yang baik dan juga dampak yang buruk.

  • Dampak negatif new media terhadap media konvensional.

Dampak-dampak yang akan timbul dari adanya media baru/new media adalah tersingkirnya media-media yang bersifat konvensional atau tradisional, seperti eBook yang sekarang telah digencarkan, membuat para produsen buku yang bersifat more paper menjadi tersaingi karena pada eBook dapat kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki oleh buku konvensional. Selain itu juga blog-blog yang berisi atau bertemakan pengetahuan juga mengancam media-media tradisional seperti buku-buku pelajaran menjadi kurang diminati. Tetapi dari contoh-contoh diatas tidak selalu mengganggu kestabilan ekonomi dari media baru dan konvensional karena banyak para konsumen yang lebih menikmati media konvensional daripada media baru.

  • Dampak positif new media kepada masyarakat.

Dampak positif dari adanya media baru / new media terhadap masyarakat adalah membuat masyarakat sebagai konsumen new media dimanjakan dengan kemudahan-kemuadahan yang ditawarkan dari media baru itu sendiri, seperti eNewsPaper yeng membuat masyarakat tidak harus menunggu tukang koran atau membeli koran dipingiran jalan tetapi hanya dengan mengakses situs-situs yang menyediakan layanan tersebut. Selain itu di fitur-fitur gadget tertentu disediakan pembelian lagu hanya dengan mengaksesnya, dengan cara ini masyarakat tidak perlu bersusah payah ke toko-toko kaset tetapi hanya menjalankan aplikasinya. dan juga masyarakat bisa mendapatkan banyak informasi dengan cara search di google, begitu juga untuk social network seperti facebook dll, dimana masyarakat dapat bertemu dengan teman lama atau membuat grup difacebook.

Sumber : www.google.com
              Buat sendiri

Sabtu, 01 Oktober 2011

KONSEP DASAR NEW MEDIA DAN CONTOH APLIKASI NEW MEDIA

Tema/Aspek :

*Definisi New Media
New media adalah Kata media berasal dari bahasa latin yang memiliki arti sebagai perantara sebuah informasi dengan penerima informasi. Yang artinya New Media secara bahasa dapat berarti “perantara baru”. Istilah New Media sebenarnya baru muncul di akhir abad ke 20, digunakan untuk menyebut media baru yang menggabungkan berbagai media konvensional di Internet. Teknologi yang digambarkan sebagai New Media mempunyai ciri digital, sering mempunyai karakteristik dimanipulasi, melalui jaringan, padat, kompresibel, interaktif dan tidak memihak. Beberapa contoh diantaranya mungkin Internet, website, komputer multimedia, permainan komputer, CD-ROM, dan DVD.

*Pandangan New Media :
Pandangan terhadap new media ada yang positif dan juga ada yang negative.
Pandangan positif terhadap new media :
• sebagai media untuk menyebarluaskan informasi yang dapat berguna untuk masyarakat luas seperti lewat email, blog, jejaring sosial, website, dll.
• Internet sebagai media pembelajaran didunia pendidikan dengan e-book, blog, dll.
• Internet sebagai media komunikasi, jejaring sosial(facebook, koprol, twitter, dll), ym, buzz
Pandangan negative terhadap new media :
•sering disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak berguna.
•sering dijadikan alat untuk memecah belah atau mengadu domba beberapa pihak,.

*Manfaat New Media :
•Mempercepat
•Mempermudah

*Komponen New Media :
•Produsen : yaitu yang membuat new media tersebut
•Distributor : yaitu yang menyalurkan new media kepada konsumen
•Konsumen : yaitu yang menggunakan new media

*Aplikasi New Media :

-Facebook
Facebook adalah media jaringan social dan yang bergabung merupakan anggota difacebook. Para pengguna facebook dapat bergabung dalam komunitas seperti kerja, bisnis, sekolah dll untuk melakukan koneksi dan berinteraksi dengan orang lain. Difacebook orang juga dapat menambahkan teman-teman mereka, mengirim pesan dan masih banyak lagi. Tetapi kita harus bijak dalam menggunakan facebook, bukannya teman baru yang kita dapat alih-alih menjadi korban kriminalitas seperti penculikan dan pencemaran nama baik.

-Youtube
Youtube adalah media untuk upload video secara gratis dan bias disebarkan secara online. Youtube sangat cocok untuk orang yang mencari informasi tanpa harus membaca karena berupa video.

-Wikipedia
Merupakan ensiklopedia bebas yang dimulai pada tahun 2001 dan versi bahasa indonesianya pada tahun 2003. Artikel-artikel yang ada di Wikipedia merupakan kolaborasi oleh para penyumbangsih dari seluruh dunia. Disitus ini siapapun dapat menyunting artikel memperbaiki dan menambah informasi hanya dengan mengklik pranala suntng yang berada diatas setiap halaman.

Referensi :
1. internet(www.google.co.id)
2. rangkum sendiri

Jumat, 15 April 2011

artikel tentang kebudayaan karapan sapi

KEBUDAYAAN DARI MADURA

Kebudayaan karapan sapi sudah ada sejak dahulu, kerapan atau karapan sapi adalah satu istilah dalam bahasa Madura yang digunakan untuk menamakan suatu perlombaan pacuan sapi. Sebagai catatan, di daerah Madura khususnya di Pulau Kangean terdapat lomba pacuan serupa yang menggunakan kerbau. Pacuan kerbau ini dinamakan mamajir dan bukan kerapan kerbau.

Asal usul kerapan sapi juga ada beberapa versi. Versi pertama mengatakan bahwa kerapan sapi telah ada sejak abad ke-14. Waktu itu kerapan sapi digunakan untuk menyebarkan agama Islam oleh seorang kyai yang bernama Pratanu. Versi yang lain lagi mengatakan bahwa kerapan sapi diciptakan oleh Adi Poday, yaitu anak Panembahan Wlingi yang berkuasa di daerah Sapudi pada abad ke-14. Adi Poday yang lama mengembara di Madura membawa pengalamannya di bidang pertanian ke Pulau Sapudi, sehingga pertanian di pulau itu menjadi maju. Salah satu teknik untuk mempercepat penggarapan lahan pertanian yang diajarkan oleh Adi Polay adalah dengan menggunakan sapi. Lama-kelamaan, karena banyaknya para petani yang menggunakan tenaga sapi untuk menggarap sawahnya secara bersamaan, maka timbullah niat mereka untuk saling berlomba dalam menyelesaikannya. Dan, akhirnya perlombaan untuk menggarap sawah itu menjadi semacam olahraga lomba adu cepat yang disebut kerapan sapi.

Nilai – nilai kebudayaan pada karapan sapi sangat banyak, Permainan kerapan sapi jika dicermati secara mendalam mengandung nilai-nilai yang pada gilirannya dapat dijadikan sebagai acuan dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai itu adalah: kerja keras, kerja sama, persaingan, ketertiban dan sportivitas.

Nilai kerja keras tercermin dalam proses pelatihan sapi, sehingga menjadi seekor sapi pacuan yang mengagumkan (kuat dan tangkas). Untuk menjadikan seekor sapi seperti itu tentunya diperlukan kesabaran, ketekunan dan kerja keras. Tanpa itu mustahil seekor sapi aduan dapat menunjukkan kehebatannya di arena kerapan sapi.

Nilai kerja sama tercermin dalam proses permainan itu sendiri. Permainan kerapan sapi, sebagaimana telah disinggung pada bagian atas, adalah suatu kegiatan yang melibatkan berbagai pihak. Pihak-pihak itu satu dengan lainnya saling membutuhkan. Untuk itu, diperlukan kerja sama sesuai dengan kedudukan dan peranan masing-masing. Tanpa itu mustahil permainan kerapan sapi dapat terselenggara dengan baik. Nilai persaingan tercermin dalam arena kerapan sapi.

Bab 4 manusia dan keindahan

A.Keindahan

Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabot rumah tangga, suara, warna, dan sebagainya. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.

Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.

B. Renungan

Renungan berasal dari kata renung, artinya diam – diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam – dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori. Teori – teori itu ialah, teori pengungkapan, teori metfisik dan teori psikologis.

1. Teori Pengungkapan,
Dalil dari teori ini ialah bahwa “Art is an expression of human felling” (seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia). Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialamai oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni.
2. Teori Metafisik,
teori seni yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya – karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengemukakan suatu teori peniruan (imitation theory). Ini sesuai dengan metafisika Plato yang mendalilkan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi sebagai realita Ilahi.
3. Teori Psikologis,
teori – teori metafisis dari para filsuf yang bergerak diata taraf manusiawi dengan konsepsi – konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif. Sebagian ahli estetik dalam abad modern menelaah teori – teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode – metode psikologis.

C. Keserasian

Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata dasar rasi, artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang.

Filsuf Inggris Herber Read merumuskan definis, bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan – hubungan bentuk yang terdapat diantara penerapan – penerapan inderawi kita (beauty is unity of formal relations among oru sence-perception). Pendapat lain menganggap pengalaman estetik suatu keselarasan dinamik dari perenungan yang menyenangkan. Dalam keselarasan itu seseorang memiliki perasaan – perasaan seimbang dan tenang, mencapai cita rasa akan sesuatu yang terakhir dan rasa hidup sesaaat di tempat – tempat kesempurnaan yang dengan senang hati ingin diperpanjangnya.
Kirimkan Ini lewat Email